My Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Anda pengunjung ke:

Jumat, 05 Januari 2007

Nyasar membawa nikmat

Lagi asyik blogwalking, aku nyasar ke blognya Mas Harry Kartono disana aku dapetin postingan tentang suatu situs yang bagus untuk membuat kartun yang bisa merepresentasikan diri kita, namanya juga kartun pasti gak mirip dong, yang pastinya kita pasti senang dibuatnya.

Masih ingat waktu kecil dulu? biasanya para cewek suka main boneka pasang. Gak beda prinsipnya dengan boneka pasang, di sini kita dapat main boneka pasang sepuasnya, cuma sekedar bernostalgia dengan permainan dulu.

Kita bisa memasangkan baju, topi, celana, bahkan bagi cowok-cowok bisa pasang kumis dan jambangnya. Coba aja maen situs ini, pasti ketagihan.


Tapi hati-hati, permainan ini punya Copyright-nya, gak jelas copyright dari mana, yang aku tahu pemiliknya gak mau programnya di curi, alias diambil dan dipasangkan kesitus yang lain.


Setelah coba-coba, aku berhasil menggambarkan cita-citaku. Coba tebak, kira-kira aku mau jadi apa, jika dilihat dari gambar di bawah ini!


Yup.. Dari dulu aku pengen pake helm ini dengan MP3 di kantong, jalan-jalan pake sepeda. Tapi itu cuma cita-cita, tapi sekarang lagi nabung buat beli sepeda gunung. Do'ain aja biar kebeli tuh sepeda.


sekarang coba tebak gambar di bawah ini.



Nah kalo yang ini, aku dengan baju pramuka lagi dihutan. Aku suka Pramuka, dari SMU aku udah bergelut dengan pramuka, bahkan sampai sekarangpun, aku masih tercatat sebagai anggota pramuka di tempat aku kuliah.

Kesannya emang garang sih, tapi agak berlebihan kalo pramuka pake Headset. Gak masalahkan, artinya Pramuka sekarang udah melek teknologi. Dengan headset, pembina dengan asisten pembina bisa berkomunikasi melalui alat itu, sehingga nantinya gak ada lagi adik-adik pramuka kita yang sesat di hutan..
Hehehhehhe maunya sih.

Tapi ada gak ya anggaran untuk peningkatan kualitas Pramuka di negeri ini. Katanya Pramuka itu adalah satu-satunya organisasi resmi kepanduan yang diakui oleh pemerintah, bahkan organisasi ini juga terikat dengan sistem kepemerintahan, tapi kenapa anggaran untuk pendidikan dan pelatihan untuk anggotanya masih jauh api dari panggang (kata nenek gue).

Padahal Indonesia merupakan negara dengan jumlah anggota Pramuka terbanyak di dunia. Mungkin karena kas negara yang seharusnya dialokasikan ke Pramuka habis untuk bayar pajak ke organisasi Gerakan Pramuka Dunia kali ye, makanya uang udah abis. Lho kok...

1 komentar:

jadinya kayak anak-anak balik ya Ka? zz dulu juga "rajin" main bongkar pasang. Eka punya gak?

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar terkait dengan isi tulisan di atas. Mohon maaf jika saya terpaksa menghapus komentar yang tidak berhubungan dan/atau terkesan hanya mencari backlink tanpa komentar yang berbobot.