My Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Anda pengunjung ke:

Rabu, 21 Juni 2006

Intrepreter


Seorang wanita menyodorkan secarik kertas di atas meja seorang pegawai pemerintahan, ia mengharapkan kertas tersebut dapat segera distempel. Ketika pegawai pemerintahan tersebut mengangkat tangannya yang menggenggam segumpal stempel untuk dibubuhkan diatas kertas tersebut, ia berhenti sejenak dan melihat ke arah wanita tersebut, waktu berjalan sangatlah lambat. Tiba-tiba, tanpa pikir panjang wanita tersebut mengeluarkan sebuah timba kecil yang didalamnya telah terisi sekumpulan ayam goreng tak berkotek di dalamnya. Timba merah itu disodorkan tepat dihadapan pegawai tersebut, tanpa pikir panjang, stempel yang sudah lama digenggam oleh pegawai tersebut langsung saja di jatuhkan tepat di atas dokumen wanita itu. Dan urusan jadi selesai.
Dengan senyum lebar pegawai melihat isi timba merah yang ternyata isinya adalah setumpuk ayam goreng, membuat teman sekerjanya cemburu, karena tidak mendapatkan apa-apa.
Tiba-tiba layar menjadi hitam dan sebuah timba berwarna merah yang terisi segepok ayam goreng tadi muncul, dan menyatakan bahwa itu adalah sebuah iklan produk makanan.

Masih ingat iklan sebuah pruduk rokok ternama A Mild, ketika ada seorang pemuda ingin mengurus surat di sebuah kantor pemerintahan yang terkesan sangat berbelit belit. Pejabat pemerintah yang memakai seragam pegawai negeri itu terkesan menginginkan sesuatu apabila urusan pemuda tersebut cepat selesai. Dalam postingan bang Alex pernah memuat kegelisahannya tentang iklan tersebut.

Tapi, sepertinya ada sebuah produk makanan membuat iklan yang hampir mirip dengan iklan produk rokok A Mild. Tetapi anehnya, meteri iklan tersebut sangat bertolak belakang dengan materi iklan A Mild. Seolah-olah iklan makanan itu ingin menterjemahkan apa yang ingin dimaksudkan oleh si sutradara iklan rokok tersebut.

Menciplak, plagiat, meniru, dan mereproduksi hasil karya orang lain. Yup…. Untuk sementara hanya ini yang dapat aku katakan. Betapa tidak, semua alur cerita yang ditampilkan hampir sama (kalau tidak mau dikatakan sama persis) dengan iklan A Mild, hanya saja pada saat ending agak sedikit berbeda. Sempat aku pikir, mungkin materi iklan ini dibuat oleh orang yang sama pada biro advertising yang sama pula. Tapi kalau aku jadi pimpinan perusahaan biro advertising, sudah lama aku tendang karyawan seperti ini. Merusak citra, stagnan, atau alasan lain yaitu “jumud”, membuat perusahaan tidak berkembang dan menghilangkan ketertarikan pengguna jasa periklanan untuk menggunakan jasanya.

Tapi……..
Berbicara tentang iklan. Di otak orang awam mungkin hanya sekejap menit promosi produk dari suatu perusahaan, di mana tujuannya adalah untuk memperkenalkan suatu produk atau jasa mereka.
Tetapi……
Di otak para politikus, iklan bukan hanya promosi, tetapi suatu alat politik yang sangat ampuh untuk mempengaruhi para audien. Bukan itu aja, pesan yang di bawa oleh pembuat iklan membuat audien begitu terpana dengan alunan dan intonansi bahasa yang dilakonkan.
Tetapi……
Kali ini aku tidak akan berbicara tentang jenis-jenis otak. Bentuk-bentuk batok kepala dan macam-macam batok kelapa.

Aku masih berpikir bahwa iklan adalah suatu media provokasi yang sudah sangat berpengalaman. Di masa orde baru, kita tidak akan pernah melihat iklan seperti A Mild dan atau iklan terjemahannya ini (KFC). Belum sempat diluncurkan, badan sensor udah pasang gigi untuk menahan agar iklan ini tidak dipublikasikan. Begitu terkukungnya ide manusia Indonesia saat itu.

Bagaimanapun juga, pemerintah sekali lagi dipermalukan dengan ditayangkan iklan ini, iklan yang bukan saja memperlihatkan kegagalan pemerintah dalam mimpinya untuk memberantas korupsi, tetapi juga kegagalan pemerintah dalam khayalannya memperbaiki sistem pemerintahan. Sistem pemerintahan yang sangat usang, warisan Belanda. Bahkan Belanda sendiri mungkin sudah lupa dengan sistem pemerintahan yang pernah mereka wariskan untuk Indonesia. Betul-betul negara “muda” dengan sistem yang tua renta.

2 komentar:

kalo plagiat hrus profesional dong!!! jangan ngekor hasil kreasi orang laen,kenapa kita tidak seperti jepang, mereka juga "nyontek" tapi ilmunya,mereka gunakan prinsip ATM(Ambil,Teliti,Modifikasi)bukan ambil trus pasang di tempat mereka,cih... memalukan.

bang salam kenal dari adek leting :D

*ingin berjabat tangan*

wah kayaknya ada istilah baru nih. Biasanya aku pake ATM untuk narek duit, tapi ada yang pake ATM buat buat Ambil teliti modifikasi, (+~ *emoticon bingung*

salam kenal juga Bal

*nggak mau jabat tangan, kamu baru cebok*

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar terkait dengan isi tulisan di atas. Mohon maaf jika saya terpaksa menghapus komentar yang tidak berhubungan dan/atau terkesan hanya mencari backlink tanpa komentar yang berbobot.